Honda CBR 650F, pilihan menarik untuk mulai bermain moge

Hola masbro & sista,

Menurut kabar yang santer beredar, Astra Honda Motor yang akan mulai terjun meramaikan pasar moge tanah air akan menjual salah satu varian moge yaitu CBR 650F. Motor yang bergenre sport touring ini memiliki kapasitas mesin 649 cc DOHC dengan konfigurasi 4 cylinder inline, wow! Menarik melihat mesinnya yang 4 cylinder, menjanjikan lengkingan merdu dan sensasi power.

Honda CBR 650F

Honda CBR 650F

Bagaimana bila kita intip spesifikasinya? Berikut spesifikasi Honda CBR 65oF masbro & sista.

Baca lebih lanjut

Video: gaharnya suara mesin V-twin Honda VTR 1000 SP2

Hola masbro & sista,

Weekend kembali dan paling enak bersantai sambil menikmati video motor-motor gahar dunia, hehe… Nah, salah satu yang paling saya suka adalah Honda VTR 1000 SP2 lansiran 2002 ini. Generasi VTR yang mengantarkan Colin Edwards juara dunia WSBK. Dengan mesin V-twin 1000 cc, suara motor ini memang gahar, sahut menyahut antar silinder seperti menghantam udara.

VTR 1000 SP2

VTR 1000 SP2

Mesin V-twin memang dikenal memiliki torsi yang luar biasa, wajar saja dengan panjangnya langkah piston di tiap silindernya memastikan torsi melimpah.

Baca lebih lanjut

Preview: Peluang Sport 250 cc V-twin AHM di pasar Nasional

Hola masbro & sista,

Berita menarik hadir pagi ini dari blognya kang Iwan IWB. http://iwanbanaran.com/2014/10/28/selamat-bro-sport-v-twin-ahm-sudah-disetujui-prinsipel-honda-jepang-pusat/

Seperti dilansir di blog IWB, akhirnya 99% confirmed prinsipal Honda Jepang telah menyetujui AHM menjual (mungkin memproduksi juga) motor sport bermesin V-twin. Sebuah kabar yang menyegarkan tentunya karena akhirnya AHM akan terjun di kelas 250 cc 2 cylinder. Setelah dulu pernah muncul pabrikan Korea dengan Hyosung V-twin (CMIIW) kini AHM akan mencoba meramaikan pasar dengan Sport V-twin mereka.

Honda VTR250 2014 (1)

Honda VTR250 2014 (1)

Honda VTR250 2014 (2)

Honda VTR250 2014 (2)

Menilik berita dari IWB, masih belum dipastikan mesin apakah yang akan menjadi basis pengembangan AHM untuk produk mereka nanti. Namun bila memang menggunakan platform yang sudah ada bisa jadi basisnya adalah Honda VTR250 seperti yang sudah beredar selama ini. Bagaimana spesifikasi motor ini, mari kita lihat :

Engine 4-Stroke, 4 valves per cylinder, 249 cc 90° V-twin DOHC
Bore x Stroke 60 mm × 44 mm (2.36 in × 1.73 in)
Compretion Ratio 11:1
Power 23.9 kW (32.1 hp) @ 10,500 rpm
Torque 23.5 N·m (17.3 ft·lb) @ 8,500 rpm
Transmission 5-speed, wet multi-plate clutch, chain drive
Suspension 41mm showa telescopic fork (front), direct-link monoshock with preload adjustment (rear)
Brakes Single 296mm disc, 2 piston caliper (front), single 220mm disk, 1 piston caliper (rear)
Rake, Trail 25°30′, 96 mm (3.8 in)
Wheelbase 1,405 mm (55.3 in)
Dimensions L: 2,040 mm (80 in)
W: 720 mm (28 in)
H: 1,050 mm (41 in)
Seat height 760 mm (30 in)
Weight 141 kg (311 lb) (dry)

Dari spesifikasi diatas, motor ini menjanjikan potensi yang cukup lumayan bila melihat tenaga dan torsi yang dihasilkan. Sekedar perbandingan, dengan pemimpin pasar sport 250 saat ini yaitu Yamaha YZF-R25 memiliki tenaga dan torsi 26,5 kW (36 PS) @ 12.000 RPM dan 22,6 Nm @ 10.000 RPM. Terlihat bahwa walaupun tenaga yang dihasilkan engine V-twin VTR250 masih kalah (selisih sekitar 4 PS) namun mesin ini unggul di torsi (selisih 1 Nm). Memang disinilah letak karakteristik mesin V-twin yang unggul di torsi. Selain itu torsi didapat pada putaran mesin lebih rendah dibanding mesin R25, sehingga untuk stop n go motor ini bisa dibilang akan unggul mutlak masbro & sista. Mungkin satu-satunya kekurangan melihat spesifikasi diatas hanyalah transmisi yang masih menganut 5 speed. Semoga AHM akan membuat 6 speed.

Dari sisi desain, bila memang VTR250 adalah basisnya, maka motor ini akan terjun di kelas naked dimana sudah ada Kawasaki dengan Z250 dan mungkin nanti Yamaha dengan MT25. Desainnya sendiri cukup kekar dengan menonjolkan rangka tubular yang melindungi mesin, sangar. Apalagi shock depan sudah menganut dimensi yang besar (41 mm) sama dengan milik R25. Belum lagi bobot kosong yang sangat ringan, hanya 141 kg. Tentunya sangat mumpuni bila harus maju di medan pertempuran sport 250 cc 2 cylinder.

Bagaimana peluangnya melihat gambaran diatas? Saya rasa AHM bisa dibilang akan melakukan gebrakan bila meluncurkan sport V-twin di Indonesia. Banyak yang menantikan mesin V-twin Honda. Namun untuk bersaing di kelas 250 cc 2 cylinder rasanya AHM akan membidik pasar naked terlebih dahulu. Sebelum memasarkan tipe full-dressed (fairing) bisa jadi AHM akan menunggu respon pasar terhadap motor bermesin V-twin mereka. Namun bukan tidak mungkin AHM akan meluncurkan dua versi sekaligus, walaupun menurut saya akan versi naked dulu yang diluncurkan.

Last, tidak mudah memang masuk dan mengganggu dominasi motor bermesin 250 cc 2 cylinder di pasar Nasional. AHM telah mencoba dengan CBR250R 1 cylinder, namun belum berhasil (sebenarnya AHM bisa bilang ini pasar tersendiri). Apakah sport 250 cc V-twin AHM akan berhasil? Tergantung bagaimana desain keseluruhan nantinya. Ingat, bukan cuma soal mesin yang disukai konsumen moge entry level, namun juga desain yang bagus dan sejauh ini full-dressed (fairing) lebih diterima. Alasannya, ‘moge looks’ masbro & sista. Kita bisa berharap AHM akan mengerahkan team desain terbaiknya untuk meracik sport 250 cc V-twin mereka agar bisa maksimal bertempur di kelas ‘baby moge’ ini. Desain VTR1000SP bisa juga tuh jadi inspirasi. Selain masalah desain dan mesin perlu diperhatikan juga pricing strategy nantinya. Bila harga lebih mahal dari pesaing bisa jadi berat untuk bertarung, kecuali ada added value dari harga yang lebih mahal, tambahan fitur yang tidak dimiliki pesaing misalnya. Saya sih berharap motor ini harganya tidak akan lebih mahal dari R25, hehe… Kita tunggu saja kemunculannya.

Honda VTR1000SP

Honda VTR1000SP

Semoga bermanfaat.

Market share Sport Full-dressed: R25 memimpin atas Ninja 250, CBR150 K45 menempel R15

Hola masbro & sista,

Menarik melihat ulasan data AISI mengenai market share motor sport yang lagi rame di tanah air, yaitu 150 dan 250 cc. Simak ulasan yang dikutip dari Kompas ini masbro & sista,

Menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang diterima KompasOtomotif, Rabu (8/10/2014), Yamaha R25 sudah berhasil terjual 2.208 unit pada bulan kesembilan ini. Sementara, Kawasaki harus puas dengan hanya menjual 1.953 unit Ninja250R FI. Pada peringkat ketiga, Honda CBR250R jauh tertinggal di belakang dengan hasil 905 unit penjualan.

Yamaha YZF-R25

Yamaha YZF-R25

Ninja 250 FI 2014

Ninja 250 FI 2014

Dari data diatas terlihat untuk kelas 250 cc, konsumen Indonesia memang sangat mendambakan motor lebih dari 1 silinder dengan performa yang baik. Seperti diketahui R25 walaupun baru meluncur (didistribusikan) bulan juli kemarin, namun sejak agustus sudah mampu menggeser penjualan Ninja 250 yang sejak lama jadi pemimpin pasar. Hal ini tentu sinyalemen bagi pabrikan, bahwa konsumen di kelas ini lebih advanced, baik dalam menentukan pilihan maupun dalam hal keuangan. Sehingga hal ini pasti akan memicu pabrikan menelurkan produk yang memiliki keunggulan dibanding kompetitor.

Kawasaki dalam hal ini KMI tentu tidak tinggal diam, seperti pernah saya ulas disini https://hnd24.wordpress.com/2014/10/01/sharing-opinion-langkah-kawasaki-di-kelas-250-cc/ KMI tentu sudah menyiapkan langkah-langkah untuk kembali mengambil alih market share yang diambil YIMM. Kita sebagai konsumen tentu diuntungkan dalam hal ini, karena akan dapat memilih produk yang lebih baik.

Kemudian untuk di kelas 150 cc 4 tak

CBR150R K45 vs YZF-R15

CBR150R K45 vs YZF-R15

Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diterima KompasOtomotif, Rabu (8/10/2014), Honda CBR150R lokal berhasil terjual 4.412 unit di pasar domestik Indonesia, September 2014.
Sementara Yamaha masih memimpin segmen ini dengan perolehan 6.818 unit di bulan yang sama. Bahkan, jika ditotal sejak Mei, ketika Yamaha mulai memasarkan R15, total penjualan sudah mencapai 24.432 unit
.

Di kelas ini YIMM dengan R15 nya sudah tidak lagi bermain sendirian, karena sudah meluncur CBR150R lokal atau K45. Hadir dengan beberapa keunggulan dibanding pesaingnya, CBR lokal mampu menempel R15 dalam penjualan. Walaupun R15 masih memimpin, tentu ini bisa saja dipengaruhi karena AHM baru saja meluncurkan produknya. Atau mungkin saja keunggulan CBR lokal yang tidak terlalu signifikan di mata konsumen? Entahlah. Patut ditunggu kiprah persaingan CBR150R lokal dan R15 ini kedepannya. Tentu bakal lebih ramai kalau keduanya diadu di ajang balapan.

Kita bisa berharap masbro & sista, dengan persaingan sehat semoga industri komponen lokal juga akan semakin maju dan berkembang. Alih teknologi dari pabrikan Jepang juga bisa kita dapatkan. Dan tentunya suatu saat akan lahir produk sepeda motor berkualitas yang lahir dari hasil karya anak bangsa kita, amin.

Semoga bermanfaat.